Sunday, January 16, 2011

Biografi Syeikh Saad Al-Ghomidi

·

Syeikh Saad Al-Ghomidi lantunan murottalnya barangkali sudah akrab dipendengaran kita.Bahkan salah satu software Al-Quran Digital menggunakan murottal/tilawah Al-quran dari Syeikh Saad Al-Ghomidi untuk suara Qori-nya.

Untuk lebih mengenal beliau mari kita simak biografi singkatnya dari Syeikh Saad Al-Ghomidi.

Biografi Saad Al Ghamidi

Syeikh Ibnu Saad Said Al Ghadimi, seorang Qari Qur'an, dilahirkan pada tanggal 19 Mei tahun 1967 (1387H)di kota Damman , Saudi Arabia.

Studi:

Syeikh lulus dari universitas Imam Muhammad Ibn Saoûd di Al-Ahsaa. (The theological speciality: Oussoul Addin) pada tahun 1410. Beliau selesai belajar Quran tahun 1415 dan tahun 1417, ia mendapat gelar Baccalaureate dari isnad diambil dari Riwayat Hafsh 'Ain Aasim.

Pengalaman Profesional:

* 1. Al Ghamidi bekerja sebagai guru 1411-1415.
* 2. Dia bekerja sebagai pembimbing untuk pendidikan Islam 1416-1423.
* 3. Dia saat ini bekerja sebagai direktur di sekolah swasta Mohamed Al Fateh di Dammam. Pekerjaan: - yang bertanggung jawab utama untuk mengajar Qur'an di pusat Chatibi Imam di Dammam.
- The major responsible for theological and educational studies in Manar Al Houda center.
- Imam di Masjid Yousuf Ibn Ahmed di Dammam.
- Member of social “lajna” of Dammam which is concerned with “Chouôun Ijtimaîya”


Buku:
* - The recited Holy book in 1417.
* - Nouddoum hdayat Al Mourtab Al fi Moutachabih al kittab by the beloved Imam Sakhami.
* - Nouddoum All-yat Irraqui by Hafidh Iraqui.
* - Arts (Illa all al Quran).
* - Addkan
* - Rouqiya chariya.

Artikel asli dalam bahasa inggris bisa ditemui di www.assajda.com.Dan mohon maaf jika dalam penerjemahannya banyak ketidak sempurnaan.

Bagi sahabat yang mau menambahkan atau koreksi atas artikel ini silahkan dikotak komentar.InsyaAlloh semoga menjadi kebaikan kita semua.

Tips Menghafal Al-quran

Al-qur'an merupakan arah hidup setiap muslim yang menyatakan dalam hati dan dirinya bahwa Al-qur'an adalah bagian dari keimanannya.
Mempelajari,bertilawah,menghafal hingga mentadaburi Al-qur'an semestinya menjadi agenda rapi yang dijalankan dalam keseharian seorang muslim yang beriman.

Diartikel saya kali ini ijinkan untuk berbagi tips bagaimana jika seorang muslim yang ingin menghafal Al-qur'an untuk selanjutnya menjadi petunjuk hidup sehari-harinya,InsyaAlloh.Berikut saya mengutip tips menghafal Al-quran yang didapat dari email seorang sahabat yang pernah sama-sama dalam halaqoh tahfidz.

Tips Menghapal Al-Qur`an menurut Syeikh Fahd Salim Al-Kanderi (Imam Masjid Kabir Quwait)

Sebagai seorang mukmin, kita tentunya berkeinginan untuk dapat menghafal Al-Quran dan setiap kita pasti memimpikan agar dapat melahirkan anak-anak yang hafal Al-Quran (hafidz/hafidzah). Berikut ini ada beberapa cara/kaidah dasar untuk memudahkan menghafal, di antaranya:

1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Azza wa Jalla.

Memperbaiki tujuan dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu wa Ta`ala serta untuk mendapatkan syurga dan keridhaan-Nya. Tidak ada pahala bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dan menghafalnya karena tujuan keduniaan, karena riya atau sumah (ingin didengar orang), dan perbuatan seperti ini jelas menjerumuskan pelakunya kepada dosa.

2. Dorongan dari diri sendiri, bukan karena terpaksa.

Ini adalah asas bagi setiap orang yang berusaha untuk menghafal Al-Quran. Sesungguhnya siapa yang mencari kelezatan dan kebahagiaan ketika membaca Al-Quran maka dia akan mendapatkannya.

3. Membenarkan ucapan dan bacaan.

Hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan mendengarkan dari orang yang baik bacaan Al-Qurannya atau dari orang yang hafal Al-Quran. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sendiri mengambil/belajar Al-Quran dari Jibril alaihis salam secara lisan. Setahun sekali pada bulan Ramadhan secara rutin Jibril alaihis salam menemui beliau untuk murajaah hafalan beliau. Pada tahun Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam diwafatkan, Jibril menemui beliau sampai dua kali.

Para shahabat radliallahu `anhum juga belajar Al-Quran dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam secara lisan demikian pula generasi-generasi terbaik setelah mereka. Pada masa sekarang dapat dibantu dengan mendengarkan kaset-kaset murattal yang dibaca oleh qari yang baik dan bagus bacaannya. Wajib bagi penghafal Al-Quran untuk tidak menyandarkan kepada dirinya sendiri dalam hal bacaan Al-Quran dan tajwidnya.

4. Membuat target hafalan setiap hari.

Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.

5. Membaguskan hafalan.

Tidak boleh beralih hafalan sebelum mendapat hafalan yang sempurna. Hal ini dimaksudkan untuk memantapkan hafalan di hati. Dan yang demikian dapat dibantu dengan mempraktekkannya dalam setiap kesibukan sepanjang siang dan malam.

6. Menghafal dengan satu mushaf.

Hal ini dikarenakan manusia dapat menghafal dengan melihat sebagaimana bisa menghafal dengan mendengar.

Dengan membaca/melihat akan terbekas dalam hati bentuk-bentuk ayat dan tempat-tempatnya dalam mushaf.

Bila orang yang menghafal Al-Quran itu merubah/mengganti mushaf yang biasa ia menghafal dengannya maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula dan ini akan mempersulit dirinya.

7. Memahami adalah salah satu jalan untuk menghafal.

Di antara hal-hal yang paling besar/dominan yang dapat membantu untuk menghafal Al-Quran adalah dengan memahami ayat-ayat yang dihafalkan dan juga mengenal segi-segi keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya.

Oleh sebab itu seharusnyalah bagi penghafal Al-Quran untuk membaca tafsir dari ayat-ayat yang dihafalnya, untuk mendapatkan keterangan tentang kata-kata yang asing atau untuk mengetahui sebab turunnya ayat atau memahami makna yang sulit atau untuk mengenal hukum yang khusus.

Ada beberapa kitab tafsir yang ringkas yang dapat ditelaah oleh pemula seperti kitab Zubdatut Tafsir oleh Asy-Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar.

Setelah memiliki kemampuan yang cukup, untuk meluaskan pemahaman dapat menelaah kitab-kitab tafsir yang berisi penjelasan yang panjang seperti Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir As-Sadi dan Adhwaaul Bayaan oleh Asy-Syanqithi.wajib pula menghadirkan hatinya pada saat membaca Al-Quran.

8. Tidak pindah ke surat lain sebelum hafal benar surat yang sedang dihafalkan.

Setelah sempurna satu surat dihafalkan, tidak sepantasnya berpindah ke surat lain kecuali setelah benar-benar sempurna hafalannya dan telah kokoh dalam dada.

9. Selalu memperdengarkan hafalan (disimak oleh orang lain).

Orang yang menghafal Al-Quran tidak sepantasnya menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Tetapi wajib atasnya untuk memperdengarkan kepada seorang hafidz atau mencocokkannya dengan mushaf. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kesalahan dalam ucapan, atau syakal ataupun lupa.

Banyak sekali orang yang menghafal dengan hanya bersandar pada dirinya sendiri, sehingga terkadang ada yang salah/keliru dalam hafalannya tetapi tidak ada yang memperingatkan kesalahan tersebut.

10. Selalu menjaga hafalan dengan murajaah.

Bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam :
"Jagalah benar-benar Al-Quran ini, demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Al-Quran lebih cepat terlepas daripada onta yang terikat dari ikatannya."

Maka seorang yang menghafal Al-Quran bila membiarkan hafalannya sebentar saja niscaya ia akan terlupakan. Oleh karena itu hendak hafalan Al-Quran terus diulang setiap harinya. Bila ternyata hafalan yang ada hilang dalam dada tidak sepantasnya mengatakan: "Aku lupa ayat (surat) ini atau ayat (surat) itu." Akan tetapi hendaklah mengatakan: "Aku dilupakan," karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda: (..arab..)

11. Bersungguh-sungguh dan memperhatikan ayat yang serupa.

Khususnya yang serupa/hampir serupa dalam lafadz, maka wajib untuk memperhatikannya agar dapat hafal dengan baik dan tidak tercampur dengan surat lain.

12. Mencatat ayat-ayat yang dibaca/dihafal.

Ada baiknya penghafal Al-Quran menulis ayat-ayat yang sedang dibaca/dihafalkannya, sehingga hafalannya tidak hanya di dada dan di lisan tetapi ia juga dapat menuliskannya dalam bentuk tulisan.

Berapa banyak penghafal Al-Quran yang dijumpai, mereka terkadang hafal satu atau beberapa surat dari Al-Quran tetapi giliran diminta untuk menuliskan hafalan tersebut mereka tidak bisa atau banyak kesalahan dalam penulisannya.

13. Memperhatikan usia yang baik untuk menghafal.

Usia yang baik untuk menghafal kira-kira dari umur 5 tahun sampai 25 tahun. Wallahu alam dalam batasan usia tersebut. Namun yang jelas menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua.

Pepatah mengatakan: Menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air.


HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN

Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut.

Di antaranya:

1. Banyaknya dosa dan maksiat.

Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.

2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.

3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.

4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.

Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang. Wallahu alam bishawwab

Biografi Al-hafizh : Ust.Abdul Aziz Abdur Rauf

Ust.Abdul Aziz Abdur Rauf,Lc. Al-Hafizh pertama kali saya mengenal namanya dari seorang guru tahsin yang pernah belajar dalam halaqah tahfizh qurannya di Mesjid Raya Habiburrahman PT.Dirgantara Indonesia ,Bandung.

Dan demi lebih banyak meraih lebih banyak ilmu terutama ilmu-ilmu Al-Quran maka saya pun bergabung dengan halaqah tahfizh beliau di LTQ Tahfizh Quran Mesjid Raya Habiburrahman PT.DI Bandung.

Di Mesjid Habiburrahman beliau rutin mengisi tausyiah setiap dan menjadi imam Qiyyamul Lail setiap satu bulan sekali.

Dan berikut biografi singkat dari seorang sosok bersahaja yang sudah hafizh quran sejak usia muda,semoga bisa menjadi ibrah bagi sahabat-sahabat yang sedang berjuang untuk menjadi seorang penghafal A-Quran.
Beliau adalah Al-Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf ,Lc. Al-Hafizh lahir di Surabaya 21 Januari 1966 Sebenarnya sangat banyak yang melatar belakangi beliau untuk mendalami Al-Qur’an sewaktu berusia 18 tahun dulu saat masih sekolah disalah satu MAN Surabaya. Diantaranya ketika mengkaji kehidupan ulama jaman dahulu, beliau melihat sebagian besar adalah orang-orang yang hafal Al-Qur’an, beliau merasa kalau ditakdirkan Allah mendalami ilmu agama, jadi kurang sempurna bila kebiasaan itu tidak beliau lakukan. Hal lain yang jadi motivasi kuat, beliau merasa semasa remaja di kota Surabaya, umumnya lebih banyak mengisi hari dengan hal kurang bermanfaat, beliau merasa pada saat usia 30 nanti beliau tidak mempunyai kenangan manis dikala remaja alangkah ruginya hidup ini, Maka beliau memutuskan untuk menghafal Al-Qur’an.

Maka selama masih dibangku MAN sejak sekitar 1983 beliau memulai program menghafal Al-Qur’an. Alkhamdulillah sebelumnya beliau sudah terbiasa memperbanyak tilawah. Tiap bulan dua, tiga, bahkan sampai lima kali beliau khatamkan Al-Qur’an. Ini sebagai modal yang cukup memudahkan ketika menghafal Al-Qur’an.

Beliau lakukan program ini dirumah karena kakak ipar yang tinggal dirumah sudah menghafal Al-Qur’an sewaktu sekolah dipesantren Jombang Jawa Timur. Setiap hari beliau menghafal pada siang sampai sore, lalu mulai lagi ba’da Isya’ sampi jam 9 malam, tidur dan mulai lagi sekitar jam 1malam sampai shubuh. Selain waktu-waktu itu, disamping bersekolah beliau juga mengajar bahasa Arab dan kaji kitab.

Proses menghafal Al-Qur’an beliau lakukan sekitar enam bulan. Sedang proses muraja’ah supaya betul-betul “dimilili” dan jadi hafalan yang kokoh, kurang lebih satu setengah tahun. Tepat sewaktu lulus MAN, beliaupun menuntaskan program menghafal Al-Qur’an. Setelah selesai, beliau merasaan persis seperti yang dikatakan Rasulullah, bahwa Al-Qur’an sebuah kenikmatan yang besar.

Sewaktu menjalani proses menghafal Al-Qur’an yang peling beliau rasakan suasana kedekatan pada Allah jadi sangat meningkat. Ketika makin dekat dengan Allah maka menghafal Al-Qur’an bukanlah beban, tapi proses uang indah untuk dilakukan. Beliau juga merasa suasana hati lebih bersih. Terasa lebih mudah berinteraksi dengan nilai-nilai Islam. Lebih mudah menerima setiap arahan yang pengantarkan kehidupan Islam yang lebih kaffah.

Sewaktu menghafal dijuz 5, beliau menderita batuk bahkan efeknya beliau derita sampai sekarang, namun beliau terus menghafal. Beliau yakin Al-Qur’an tak akan menambah penyakit, malah sebaliknya. Maka sambil berobat kedokter, beliau tak mengurangi intensitas menghafal sama sekali. Saat itulah beliau merasa bahwa keindahan dan kebahagiaan bersama Al-Qur’an mampu mengalahkan sakit. Begitu pula sewaktu beliau kejakarta selepas MAN dan belajar di LIPIA, perpisahan dengan orang tua menimbulkan kesedihan mendala, karena sebelumnya beliau tak pernah berpisah dengan mereka. Saat itu tak ada yang bias menghibur lebih kuat kecuali AL-Qur’an.

Beliau sangat khawatir jika pada suatu bulan bias menghafal sekian juz, dibulan berikutnya tak bias menghafal seperti itu, perasaan lemah disisi Allah ini memotivasi beliau untuk banyak berdo’a.Do’a ini bener-benar beliau lakukan seperti yang dilkatakan Rasulullah, yakni diwaktu yang memang mendapat jaminan terkabulnya do’a. Belaiu melakukan tawassul yang disyariatkan, dalam waktu yang ditentukan Rasulullah. Misalnya saat antara adzan dan iqamah diwaktu Shubuh, beliau biasa berdo’a. sebelum berdo’a beliau berdzikir sebanyak-banyaknya. Karena ada janji Rasulullah supaya memperbanyak istighfar, dan Allah akan memberikan kemudahan dari segala kesulitan kita. Beliau juga memperbanyak shalawat. Semangat berdo’a bias dikatakan hamper setiap saat, karena keyakinan bahwa tanpa pertolongan Allah betapa lemahnya diri ini untuk bias memindahkan ayat-ayat Allah yang sangat suci kedalam hati.

Dan nampaknya Allah betul-betul memberi kemudahan diluar dugaan beliau. Karena hafalan selalu beliau selesaiakan lebih awal dari target yang telah ditentukan. Betapa lemahnya diri ini kalau tidak mendapat pertolongan Allah.. Hal ini menghasilkan do’a, suatu munajat yang begitu dalam dan begitu khusyu’.

Nama : Abdul Aziz Abd Rouf
Tempat Tgl . Lahir : Surabaya, 21 Januari 1966
Alamat : Jl. Kenanga I Gg Teratai Rt 4/2 No. 67 Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur
Telepon/HP : 021-87710 5 84 / 08164852839
Pendidikan : Fakultas Syariah LIPIA Jakarta
Status : Nikah (4 anak)

Pernah menjabat menjabat sebagai :
1. Pimpinan Lembaga Al Quran Al Hikmah Jakarta Selatan
2. Pimpinan Lembaga Al Quran Utsman bin Affan Jakarta Timur
3. Pimpinan Lembaga Al Quran Markaz Al Quran Jakarta Timur
4. Pengajar Tetap Masjid Departemen Tenaga Kerja dan TELKOM Jakarta

Karya Tulis (Buku) :
1. Kajian Tajwid (Pedoman Daurah AL Quran)
2. Kiat Sukses Menghafal Al Quran
3. Tafsir Surat An Nur
4. Tafs i r Surat Al Ahzab
5. Kaidah Emas Menghafal Al Quran (terjemahan)
6. Membangun Masyarakat Islam, Kajian Surat Al Mujadilah
7. Membangun Kepribadian Qurani
8. Senandung Mujahid, Kajian Tafsir Surat Al Anfal

*Dari : myQuran.com, sumber : http://www.markazalquran.com

Ebook : Keutamaan Membaca dan Mengkaji Al-quran - Imam Nawawi



Assalamu’alaikum,sahabat semua

Bagi sahabat-sahabat muslim yang sedang berjuang menjadi hambaNya yang senantiasa ingin dekat dan selalu berusaha berada dalam dekapan kasih sayangNya.

Berinteraksi dengan Al-quran adalah salah satu jalan kita mengenal dan memahami bagaimana indahNya bahasa-bahasa kasih sayang Alloh swt kepada kita hambaNya.

Semua aktifitas itu tentu haruslah kita sertai dengan kecukupan ilmu tentangnya.

Ebook : Keutamaan Membaca dan Mengkaji Al-quran karya Imam Nawawi ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana kita untuk menambah kekayaan wawasan kita sebagai muslim,terutama pemahaman kita akan Al-quran.
Keseluruhan isi ebook ini terangkum dalam 9 bab ,diantaranya :

  • KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL-QUR’AN
  • KELEBIHAN ORANG YANG MEMBACA AL-QUR’AN
  • MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN GOLONGAN ALQUR’AN
  • PANDUAN MENGAJAR DAN BELAJAR AL-QUR’AN
  • PANDUAN MENGHAFAZ AL-QUR’AN
  • ADAB DAN ETIKA MEMBACA AL-QUR’AN
  • ADAB BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN
  • AYAT DAN SURAT YANG DIUTAMAKAN MEMBACANYA
  • PADA WAKTU-WAKTU TERTENTU
  • RIWAYAT PENULISAN MUSHAF AL-QUR’AN

Bagi sahabat yang berkenan memilikinya bisa di download dilink download dibawah ini :

Download Ebook disini,dan jika unduhan berjalan kurang sempurna sahabat bisa mengunduhnya disini
Download Ebook

Keutamaan Menghafal Al-Quran

·

"Mengapa harus menghafalkan Al-Quran?",mungkin itulah sebaris pertanyaan bagi orang yang tidak atau belum mengetahui alasan ketika dijumpai olehnya beberapa bagian ummat Muslim yang sedang berjuang untuk menghafal Al-Quran.

Dan berikut jawaban dari pertanyaan yang tidak semestinya keluar dari benak/fikiran seorang muslim,karena sudah seharusnya Al-Quran itu berada didalam dada setiap umat Islam.

Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan Menghafal Al-Qur'an)

Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur'an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)

Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan menghafal Qur'an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal.

Fadhail Dunia

1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah

Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,
"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)

2. Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Seorang hafizh Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)

Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya.

"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)

Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.

Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa'i)

Kepada hafizh Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda,
"Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)

4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu

"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)

5. Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi

"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

6. Menghormati seorang hafizh Al Qur'an berarti mengagungkan Allah

"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)


Fadhail Akhirat

1. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim)

2. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga

Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.

3. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat

"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun ?alaih)

4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)

Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

5. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan

Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)

6. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an

Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)

7. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)

Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur'an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do'anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.

"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma amin"

Maraji':
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur'an Da'iyah.
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al Qur?an.

Sumber : www.pk-sejahtera.org.uk

0 komentar:











:( :p :(( :)) :x

Menjaga Hafalan Al-Qur'an


Menjaga hafalan Al-Qur'an lebih berat ketimbang menghafalnya dari nol, namun jangan berkecil hati bahwa bila niat kita baik, ikhlas karena Allah, insya Allah Dia akan membimbing kita dalam menghafal dan menjaga kitab sucinya. kalau Allah ridha kepada kita, maka kemudahan-kemudahan yang akan kita dapati. Berikut adalah beberapa Tips untuk menjaga hafalan Al-Qur’an (ini pernah saya tulis di www.al-umm.net), semoga bermanfaat buat anda khususnya dan buat kita semua yang memiliki tekad yang kuat dalam menghafalkan Al-Qur'an :

1.Pengaturan waktu

Pandai mengatur waktu akan dapat membantu seorang penghafal Al-Qur’an dalam memelihara hafalannya. Mengatur waktu untuk mengulang-ulang hafalan yang senantiasa terus berkelanjutan, harus terus dilakukan oleh seorang penghafal Al-Qur’an. Biasakan jangan melewatkan waktu tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Rasulullah SAW telah memperingatkan, bahwa hafalan Al-Qur’an akan lebih cepat hilang dan lepas bila dibandingkan dengan seekor onta yang terikat kuat apa bila dia tidak selalu mengulang-ulang hafalannya tersebut.

??????????? ??????????? ???? ???????? ???????? ???????? ?????? ??????? ?????????? ???? ????????? ???? ??????????

“ Jagalah Al-Qur’an, demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, Al-Qur’an itu lebih cepat lepas dari pada seekor onta dari ikatannya” (H.R. Bukhari)

2.Menyediakan waktu khusus

Dalam proses muraja’ah (mengulang) hafalan, seorang penghafal Al-Qur’an harus menyediakan waktu khusus, misalnya sebelum atau sesudah subuh, sebelum tidur, sebelum dan sesudah shalar fardhu. Siapapun dia, bila mana sedang menekuni suatu pekerjaan dan memberikan porsi waktu yang khusus, maka dia akan mendapatkan hasil yang tidak akan mengecewakannya. Tengoklah bagaimana kehidupan para Ulama terdahulu dalam pengaturan waktu, sehingga mereka dapat mewariskan karya-karya besar mereka yang sampai hari ini masih menjadi rujukkan. Sabagian mereka wafat diusainya yang belum begitu lanjut, akan tetapi mereka dapat menulis dan menyusun banyak kitab.

3.Wirid Al-Qur'an

Selain menyediakan waktu khusus, seorang penghafal Al-Qur'an harus memperbanyak tilawah, dia harus memiliki wirid Al-Qur'an yang rutin dia lakukan setiap hari. Usahakan dapat membaca Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari, sehingga dalam waktu tiga puluh hari / satu bulan anda akan mengkhatamkan tilawah Al-Qur’an. Sering membaca Al-Qur’an akan dapat memudahkan seseorang dalam menghafal Al-Qur’an.

4.Menjadi Imam Shalat

Hafalan anda akan selalu melekat dalam ingatan anda apabila selalu anda baca dalam shalat, khususnya saat shalat malam atau qiyamullail. Terlebih saat menjadi imam shalat tarawih di suatu masjid yang antara pengurus jamaah meresa tidak keberatan bila mana sang iman membaca satu juz untuk setiap malamnya.

5.Mengajarkan orang lain

Salah satu cara yang paling efektif dalam menjaga hafalan adalah mengajarkan orang lain, karena pada saat mendengarkan hafalan muridnya, maka secara tidak langsung dia sedang mengulang-ulang hafalan.

6.Mendengarkan bacaan orang lain

Banyak mendengar akan memudahkan kita menghafal, cepat hafal, selain sering membaca juga karena sering mendengar bacaan orang lain. Buatlah kesepakan atau janji bersama teman anda yang sedang menghafal Al-Qur’an untuk saling menyimak, sehingga bila mana anda atau teman anda keliru dalam membaca maka saat itulah anda berdua akan saling mengoreksi.

7.Mendengarkan kaset atau CD Al-Qur’an

Pilihlah salah satu bacaan syaikh terkenal, yang tilawahnya tersebar di seluruh dunia dan cenderung diminati lagunya dalam membaca Al-Qur’an, seperti Syaikh Mahmud Khalil Al-Hushari, Syaikh Muhammad Siddiq Al-Minsyawi, Syaikh Abdullah bin Ali Bashfar, Syaikh Abdurrahman Al-Hudzaifi, Syaikh Suud Syuraim, Syaikh Abdurrahman Al-Sudais dll.

8.Membaca sejarah para penghafal Al-Qur’an

Untuk memberikan motivasi dan semangat baru maka anda juga harus membaca perjalanan para ulama dan orang-orang yang menghafal Al-Qur'an, anda akan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman mereka serta dapat memperbaharui semangat anda.

9.Membiasakan membaca tanpa melihat Mushaf

Biasakan mengulang hafalan tanpa melihat mushaf, karena bila mana membaca hafalan selalu melihat mushaf maka akan ada ketergantung selalu ingin melihatnya. Kecuali apa bila anda sudah tidak dapat melanjutkan bacaan, maka boleh anda melihat mushaf.

10.Menjauhi kemaksiatan

Jiwa yang selalu berlumuran kemaksiatan dan dosa, sulit untuk menerima cahaya Al-Qur'an, hati yang tertutup disebabkan dosa-dosa yang senantiasa dilakukannya, tidak mudah menerima kebaikan, mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an

?????? ??????? ?????? ?? ??? ???? ???????

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (Q.S. Muhammad : 24)

Dalam sejarah tercatat bahwa Imam Syafi'i rahimuhullah tergolong ulama yang memiliki kecepatan dalam menghafal, bagaimana dia mengadu kepada gurunya, Waki', suatu hari dia mengalami kelambatan dalam menghafal. Maka gurunya lalu memberikan obat mujarrab, yaitu agar dia meninggalkan perbuatan maksiat dan mengosongkan hati dari setiap penghalang antara dia dan Tuhannya.

Imam Syafi'i rahimahullah berkata :

???????? ????? ???????? ?????? ???????

?????????????? ????? ?????? ????????????

?????????????? ??????? ????????? ??????

???????? ????? ??? ??????? ?????????

Aku mengadu kepada (guruku) Waki' atas buruknya hafalanku

Maka diapun memberiku nasihat agar aku meninggalkan kemaksiatan

Dia memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya

Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.

Wallahu 'alam bishshawab.

Waktu-Waktu Efektif Membaca Al-Quran


PDF Print E-mail
Ketika membaca dan berinteraksi dengan al-Qur'an setiap kita tentunya ingin sekali melakukannya dengan baik dan memberi bekas yang mendalam. Baik ketika membaca ataupun memahami dan menghafalnya. Karena itu semua bukanlah hal yang mudah dan bisa dilakukan dengan instan, maka perlu ada perhatian khusus dari kita. Terutama masalah waktu.
Kalau bicara tentang waktu, setiap kita jelas diberikan waktu yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Yang berbeda adalah dalam mengelola dan mengaturnya saja. Itu yang berbeda. Dengan penyiasatan dan pengelolaan itulah kemudian sebagian kita bisa berhasil menggunakannya dan sebagian lainnya belum berhasil.

Nah bagi kita yang sedang berjuang untuk bisa meluangkan waktu belajar al-Qur'an lebih mendalam lagi, maka mengatur waktu-waktu luang yang efektif menjadi sangat penting dan menentukan. Ini karena tidak semua waktu yang tersedia itu memberikan motivasi bagi diri kita untuk mempelajarinya, mengingat hati dan mood kita selalu fluktuatif. Kadang lagi baik dan semangat dan kadang pula jelek dan malas. Belum lagi apabila melihat padatnya aktifitas hidup kita yang lain. Terus terang, hati yang kurang mood tidak akan bersemangat dan termotivasi untuk belajar al-Qur'an. Boro-boro bisa menyejukkan dan memberikan kedamaian bagi jiwa.

Oleh karena itu, berikut sekilas waktu yang bisa kita manfaatkan untuk belajar dan mempelajari al-Qur'an pada semua aktifitasnya agar pelajaran al-Qur'an bisa membekas dan memberikan hasil maksimal pada diri kita masing-masing:

1. Buka al-Qur'an dan baca pada sepertiga malam terakhir saat anda melakukan shalat malam atau tahajjud. Karena saat-saat itu adalah awal dimulainya kegiatan hati dan jiwa, di mana Allah turun ke langit dunia (bumi) mencurahkan kasih sayang dan kelembutan-Nya untuk hamba-hamba yang mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Waktu-waktu selepas shalat lima waktu. Kira-kira 30 menit sampai 1 jam. Biasanya kesempatan setelah melakukan ibadah shalat, rasa semangat untuk melakukan kegiatan amal shaleh dan ibadah lainnya masih terasa. Karenanya, jangan anda sia-siakan kesempatan itu. Bagi anda yang kaum laki-laki, masjid adalah tempat yang sangat ideal untuk melakukannya. Sedangkan bagi kaum muslimahnya di rumah lebih bagus. Insya Allah kesempatan itu tetap sama.

3. Kemudian waktu-waktu shalat di atas dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Ini lantaran setiap waktu shalat itu memiliki karakteristiknya masing-masing. Apatah lagi bila digunakan untuk belajar al-Qur'an. Waktu tersebut adalah ba'da subuh yang merupakan kelanjutan sehabis melakukan shalat malam hingga terbit fajar.

4. Ba'da maghrib. Karena waktu maghrib adalah permulaan waktu menjelang malam, di mana ketenangan mulai datang dan aktifitas mulai berkurang. Selain itu durasinya hanya 1 jam sampai menjelang waktu isya.

5. Ketika ingin tidur malam. Bagi kita yang terbiasa melakukan perenungan malam untuk berpisah sejenak dari usia hari itu dengan istirahat malam panjang, maka sebelum tidur ada baiknya membaca al-Qur'an barang sejenak agar Allah memudahkan kita untuk bangun sebelum subuh.

Demikian lima waktu yang Insya Allah sangat efektif bagi anda yang ingin mendapatkan kesempatan maksimal saat belajar membaca al-Qur'an.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam.
(Hidayatullah Hamim)